SEJARAH VAKSIN: PILAR UTAMA UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MENULAR

Seperti kita ketahui, bahwa pandemi COVID-19 belum juga usai dan masih berlanjut di negeri ini. Sejak adanya kasus pertama yang diumumkan pada bulan Maret 2020, segala upaya telah kita lakukan untuk menekan penyebaran virus corona dengan melaksanakan protokol kesehatan yang telah diimbau oleh pemerintah. Protokol kesehatan tersebut meliputi penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan juga menghindari kerumunan. Selain itu pemerintah pusat maupun daerah, juga terus melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk menekan laju pergerakan manusia dan mengurangi kerumunan di tempat-tempat publik.

Di tahun 2021 ini, Indonesia mempunyai sejarah baru untuk melakukan vaksinasi massal untuk upaya pencegahan penyakit dan dengan harapan untuk mengurangi transmisi penularan COVID-19. Vaksin di Indonesia bukan sesuatu hal yang baru. Indonesia beberapa kali melakukan vaksin untuk masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi suatu wabah penyakit.

Awal Mula Vaksin

Awal mula vaksin pertama kali dikembangkan oleh Edward Jenner pada tahun 1796, vaksin tersebut dibuat untuk variola atau cacar yang dibuat untuk mencegah penyakit variola yang sangat mematikan, dr. Jenner menggunakan sample cacar sapi pada tahun 1796 untuk menciptakan kekebalan terhadap cacar. Praktik tersebut tersebar luas hingga mengalami perubahan medis dan teknologi selama 200 tahun berikutnya, dan pada akhirnya berhasil memberantas cacar.

Istilah vaksin sendiri bermula substansi yang berasal dari cacar sapi, yang di ambil dari kata vacca atau vaccinia dalam bahasa latin yang berarti sapi, yaitu penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar. Sejak itu, vaksin terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama untuk mencegah penyakit menular.

Kemudian, penemuan vaksin Rabies yang dikembangkan oleh Louis Pasteur pada tahun 1885 turut berperan dalam kemajuan dunia medis. Sepanjang dekade 1930-an, dikembangkan antitoksin dan vaksin untuk difteri, tetanus, antraks, kolera, wabah penyakit, tifus, tuberkulosis, dan lainnya.

Pada pertengahan abad ke 20, pengembangan vaksin menghasilkan inovasi yang pesat dengan memberikan metode pembuatan vaksin untuk polio, seperti campak, gondongan, dan rubella. Selain itu, juga diikuti dengan perkembangan teknologi yang semakin memadai, memberikan kemudahan dalam proses produksi vaksin.

Vaksin di Indonesia

Sejarah vaksin di Indonesia dimulai dari tahun 1956, yaitu dilakukannya vaksinasi cacar. Dilanjut vaksinasi campak pada tahun 1963, pada tahun 1973 dengan dilakukan imunisasi BCG untuk menanggulangi penyakit tuberculosis, imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil pada tahun 1974, kemudian imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) pada bayi yang diadakan pada tahun 1976.

Selain itu, pada tahun 1991 kembali adanya vaksinasi untuk polio, kemudian dilanjut vaksinasi Hepatitis B pada tahun 1997, hingga adanya kampanye pencegahan kanker serviks untuk anak perempuan, dan juga vaksin HPV pada tahun 2016. Setahun berikutnya, pemerintah juga mengedarkan vaksin Rubella dan Haemophilus Influenza tipe B (HIV). Selain pencegahan, vaksinasi yang dilakukan pemerintah merupakan upaya melindungi rakyatnya dari wabah penyakit yang mematikan.

Pentingnya Vaksin

Vaksin merupakan sediaan biologis yang membantu membangun system kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Di dalamnya terkandung sejumlah kecil bahan yang menyerupai organisme patogen yang mampu menginduksi sistem imun. Pentingnya vaksinasi adalah sebagai salah satu cara penting untuk melindungi kesehatan tubuh dari penyakit.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang penyelenggaran imunisasi, imunisasi didefinisikan sebagai suatu upaya, untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat orang yang telah divaksin terserang oleh penyakit tertentu, orang tersebut kemungkinan besar tidak akan mengalami gejala sakit yang parah atau mengalami sakit ringan saja.

Kini Indonesia tengah menjalani proses vaksinasi atau imunisasi. Proses vaksinasi ini menjadi salah satu harapan dalam upaya melawan pandemi COVID-19. Pemerintah pun menjamin kepada masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 ini aman serta tidak menimbulkan efek samping, seperti yang ditakutkan. Rasa aman tersebut yang nantinya akan memulihkan kembali aktivitas masyarakat dan upaya yang diusahakan dapat menamatkan jangkitan COVID-19 di Indonesia.

Sumber:

https://www.kompasiana.com/sonyruben/5ff9206d8ede48184c2dae42/menyambut-vaksin

https://www.britannica.com/science/vaccine

https://www.historyofvaccines.org/timeline/all

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/sejarah-vaksin-imunisasi/#gref

Proverawati, A. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). NuhaMedika, Yogyakarta. 2010.

Dwi Lestari, Lia. Travel Vaccine. Jurnal Human Care. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas. 2020.


Comments

You need to login to give a comment