Sekilas Penemuan dan Hasil Penelitian Kesejarahan di Gunung Pawon Kab. Bandung Barat

Author Dr. Lutfi Yondri. M.Hum
Publisher Komunitas Historia Indonesia (KHI)
Category Research Report
Publication Year 2016 - present
Abstract Keadaan Bandung yang sekarang terlihat merupakan pendataran yang biasa disebut dengan istilah “Cekungan Bandung” (Bandung Basin). Oleh van Bemmelen, dalam bukunya Geology of Indonesia; vol. I A (1949), disebutkan bahwa di masa lalu Cekungan Bandung merupakan sebuah danau yang terbentuk karena adanya pembendungan sungai Citarum Purba oleh erupsi cataclysmic sekitar 6000 tahun yang lalu yang menghasilkan banjir abu vulkanik. Selain van Bemmelen, penelitian tentang keberadaan Danau Bandung Purba juga dilakukan oleh Rien M.C Dam dan Suparan (1992) dari Direktorat Tata Lingkungan Departemen Pertambangan Republik Indonesia. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap lapisan endapan sedimen Danau Bandung yang diperoleh melalui pengeboran dan kemudian dilakukan pertanggalan dengan menggunakan isotop K/Ar dan C 14, mereka berhasil mengungkapkan bahwa pembentukan awal Danau Bandung Purba bukanlah sebagai akibat aktivitas Gunungapi Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu, melainkan terjadi sebagai akibat adanya penurunan tektonik dan peristiwa denudasi yang terjadi pada 125 KA (kilo-annum/ribu tahun) yang lalu. Mereka juga menyebutkan bahwa suatu erupsi besar cataclysmic pernah terjadi pada 105 ribu dan 55 ribu tahun yang lalu, berupa erupsi Plinian yang menghasilkan aliran besar dari debu panas yang melanda bagian baratlaut Bandung dan membentuk penghalang topografi yang baru di Padalarang. Kejadian disimpulkan hanya mempertajam pembentukan Danau Bandung Purba tersebut (Dam dan Suparan, 1996). Hasil kajian yang dikemukakan oleh Rien M.C. Dam dan Suparan tersebut, mengetengahkan satu pemahaman baru tentang kronologi pembentukan Danau Bandung Purba. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan kawasan Danau Bandung Purba dengan pentarikhan 6000 tahun yang lalu merupakan kejadian yang terjadi pada masa kemudian.
Tags dr. lutfi yondri hasil penelitian sejarah gua pawon temuan arkeologi
  Download

Comments

You need to login to give a comment