Rambles in Java and The Straits in 1852

Author Charles Walter Kinloch
Publisher Singapore: Oxford University Press, 1987.
Category Books Review
Publication Year 1987 - present
Abstract Siapa itu “Bengal Civilian”? Ya! Dia adalah Si Penulis sendiri, Charles Walter Kinloch. Buku ini menceritakan keberangkatan Penulis dari Kalkuta menuju ke Penang, Singapura, dan mampir juga ke Jawa tahun 1852. Memang Kinloch menulis buku catatan perjalanan ini bukan untuk tujuan publikasi, namun sekedar untuk kesenangan pribadi mengisi waktu luang di sela-sela waktu melancongnya. Pada awalnya buku ini diterbitkan oleh Simpkin, Marshall and Co. tahun 1853 dengan judul “DE ZIEKE REZIEGER” atau bisa diartikan “Pelancong Malang”. Edisi terbitan Oxford yang pertama dicetak tahun 1987 dan disempurnakan lagi tahun 1989. Pelancong yang Malang? Mengapa? Ya, karena Si Penulis, Kinloch, ternyata mengalami banyak kesukaran dan ketidaknyamanan selama perjalanannya seperti cuaca yang panas di luar dugaan, sakit, masakan Belanda yang memuakkan, buruknya akomodasi saat itu, bahkan sampai dua kali kecelakaan kapal. Cerita bermula ketika Si Pelancong malang ini singgah dari Kalkuta ke Singapura, dilanjutkan dengan persiapan ke batavia. Coba lihat kesannya tentang Batavia saat itu: “...Saat mendekati Batavia keadaan justru kurang menyenangkan. Situasi kota yang berawa-rawa sangat rentan berjangkitnya malaria... Sudah banyak yang tahu kalau cuaca di kota ini telah banyak memakan korban orang Eropa.” Boleh dikata kalau catatan perjalanan Kinloch ini telah mempengaruhi pelancong, petualang, dan pedagang Eropa. Besar kemungkinan Kinloch merupakan pelancong pertama yang menulis buku tentang petualangannya selama di Jawa. Meski tidak bisa dibandingkan langsung, catatan perjalanan dari kota ke kota di Jawa pernah juga ditulis dengan gaya laporan pandangan mata oleh Mayor William Thorn, seorang serdadu Kerajaan Inggris tahun 1811 [Memoir of the Conquest of Java, 1815]. Berikut ini rute lengkap perjalanan petualangan Kinloch di Jawa; berawal dari Batavia, lanjut ke Buitenzorg, Tjanjor, Bandong, Somadang, Cheribon, Tagal, Bomiajoe, Banjamas, Kebooman, Poorwaredjoe, Magilang, Boro Bodor and Mundoot, Salatiga, dan kota terakhir Samarang. Dari Samarang dia melanjutkan dengan perjalanan melalui laut kembali ke Batavia. Perjalanan di Jawa memakan waktu sekitar dua bulan, Juni-Juli 1852. Setiap kota dilukiskan dengan gaya penulisan fitur yang menarik dan tidak membosankan. Anda akan merasa dibawa berkeliling ke masa lampau bersama Kinloch. Di masa sekarang, catatan perjalanan Kinloch masih relevan untuk dibaca bagi siapapun yang tertarik tentang travelling dan sejarah. Buku ini dilengkapi dengan 23 gambar menarik keadaan kota di Jawa saat itu. Tentu saja semua cerita di buku ini bukan untuk menjadikan Anda Si Pelancong Malang yang kedua.
Tags No Tags
  Download

Comments

You need to login to give a comment