Belajar Sejarah, Sejarawan Minta Jokowi Contohkan Ajak Jan Ethes ke Museum

Jakarta - Sejarawan yang juga Ketua Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak cucunya, Jan Ethes Srinarendra, untuk mengunjungi museum yang ada di Jakarta. Dia berharap dengan begitu, Jokowi bisa mengajak warganya untuk kembali belajar sejarah.

"Saya mengusulkan Pak Jokowi nih, Bapak kan rajin ke mal, bawa cucu. Itu kan keren ya, beli kopi, viral kopinya. Beli sepatu, viral sepatunya. Beli jaket bomber, jaketnya viral. Mbok Bapak ke museum bawa Jan Ethes gitu lho, biar orang belajar," ujar Asep di acara d'rooftalk dengan tema 'Gaduh Arti Galuh' yang tayang di detikcom, Rabu (19/2/2020).

Asep mengatakan Jakarta memiliki banyak museum. Semua peristiwa penting di Indonesia pada umumnya terjadi di Jakarta.

"Kita punya museum. Peristiwa sejarah besar itu di Jakarta semua. Semua sejarah besar, simpul-simpulnya itu di Jakarta terjadi. Cuma kesalahannya itu para pemimpin bangsa dalam merayakan momen sejarah selalu dengan festival. Bukan belajar sejarah dengan berkunjung ke museum," katanya.

Asep juga mengungkit perayaan 100 Hari Kebangkitan Nasional di Gelora Bung Karno pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menyebut harusnya perayaan itu dilakukan di Museum Kebangkitan Nasional.

"Pak SBY bikin perayaan kebangkitan nasional di Gelora Bung Karno, a-historis, menurut saya. Mestinya beliau di Museum Kebangkitan Nasional. Dan mohon koreksi ya apabila pak SBY nonton. Apakah Pak SBY pernah ke Museum Kebangkitan Nasional selama menjadi Presiden, yang di Jalan Abdul Rahman Saleh, di samping RSPAD, STOVIA dulu? Ternyata setelah saya tanya ke orang museum, Pak SBY belum pernah," jelas dia.

Selain itu, Asep juga mempermasalahkan perayaan Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 oleh Presiden Jokowi. Asep menyebut Jokowi tidak pernah mengunjungi Museum Sumpah Pemuda.

"Sama halnya peristiwa Sumpah Pemuda itu kan juga besar. Pak Jokowi terakhir merayakannya pas hujan badai, saya diundang ke Istana Bogor, festival musik gagal. Saya bilang merayakan 90 tahun Sumpah Pemuda kenapa nggak di Museum Sumpah Pemuda? Dan celakanya Pak Jokowi juga belum pernah ke Museum Sumpah Pemuda," ungkapnya.

Asep mengatakan, ajakan untuk kembali mengingat sejarah itu harusnya ditunjukkan oleh pemimpin negara. Dia juga meminta agar menteri dan staf khusus Jokowi mengunjungi museum.

"Jadi ini gimana kita mau mulai belajar sejarah? Memang dari atas guna nih mencontohkan. Pemimpin, menteri, apalagi staf khusus milenial. Kita ke museum," pungkasnya.

________________

Sumber: Detik.com

Comments

You need to login to give a comment