Diusia 15 tahun, KHI Mendapat Apresiasi Mendikbud

JAKARTA | Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momentum paling bersejarah bagi Komunitas Historia Indonesia (KHI) yang telah berdiri sejak 22 Maret 2003. Betapa tidak, diusianya yang ke-15 tahun, KHI mendapatkan Apresiasi Sejarah dari Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 2 Mei 2018 kemarin. 

Konsistenasi dan kreatifitas selama 15 tahun dalam merawat sejarah yang dilakukan KHI telah berbuah manis. KHI dianggap telah secara konsisten dan kreatif mengemas sejarah bagi masyarakat. Oleh karena itu dalam penghargaannya, Mendikbud menyematkan KHI sebagai ‘Komunitas Kreatif yang Berkhidmat terhadap Tanah Air Indonesia melalui Penyadaran Sejarah Kepada Masyarakat.’

Penghargaan diberikan langsung oleh Mendikbud Bapak Muhadjir Effendy dan didampingi Dirjen Kebudayaan Bapak Hilmar Farid di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jalan Jend. Sudirman DKI Jakarta. Selain KHI, Apresiasi Sejarah juga diberikan kepada perorangan diantaranya yaitu Temanku Lima Benua sebagai generasi muda melek sejarah; Nino Oktorino sebagai penulis sejarah yang banyak karyanya; Allafta Hirzi Sodiq siswa berkebutuhan khusus yang multi talenta; dan Aries Eka Prasetya sebagai guru sejarah yang kreatif dan inovatif. 

“Setahu saya Apresiasi Sejarah ini merupakan penghargaan pertama sepanjang sejarah yang diberikan Direktorat Sejarah Kemdikbud RI khususnya kepada komunitas dan KHI merupakan komunitas pertama yang mendapatkannya. Suatu kebanggan bagi kami karena mendapatkan penghargaan ini,” ujar Asep Kambali, sejarawan yang juga pendiri KHI.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan parastakeholdersseperti masyarakat, dunia usaha dan media massa terhadap program-program yang KHI selenggarakan. Tentu dibalik kreatifitas dan konsistensi itu terdapat upaya dan kerja keras serta perjuangan dari para anggota, volunteer, dan pengurus KHI sejak berdiri hingga saat ini. Oleh sebab itu, kami haturkan penghargaan ini untuk anda semua,” tambah Asep Kambali yang juga dosen mata kuliah National Heroism di London School of Public Relation(LSPR) Jakarta.

“Apresiasi sejarah ini merupakan penghargaan tertinggi yang pernah didapatkan KHI dan dipersembahkan khusus bagi paraHistoria Warrior(pejuang sejarah, sebutan bagi anggota, volunteer dan pengurus KHI) agar terus mencintai dan memahami sejarah bangsanya. Selain itu semoga ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi komunitas sejarah lainnya agar jangan pernah lelah dan tetap konsisten memperjuangkan sejarah dan budaya bangsa dengan kreatifitas tanpa batas,” ungkapnya.Di berbagai kesempatan, Asep senantiasa mengingatkan bahwa sejarah itu sangat penting untuk dipelajari. 

"Sejarah adalah jiwa, sejarah adalah fondasi dari persatuan Indonesia. Ingat bahwa untuk menghancurkan suatu bangsa, hancurkanlah ingatan sejarah generasi mudanya. Jangan sampai kita dihancurkan, karena tidak memahami sejarah bangsa kita. Let's make history!” pungkas Asep bersemangat. 

Meski tak mulus karena kerap jatuh dan terbangun, KHI senantiasa bertekad melanjutkan semua mimpi dan cita-citanya, yaitu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme bangsa di kalangan generasi muda dan masyarakat Indonesia. Mari kita dukung dan doakan semoga KHI senantiasa diberikan kemudahaan dan kesuksesan dalam upayanya itu.***

Comments

You need to login to give a comment