Menjelajah Indonesia dalam Satu Hari, Mungkin kah?

Bagaimana caranya jika kita ingin menjelajah Indonesia dalam satu hari? Komunitas Historia Indonesia (KHI) punya jawabannya nih. Yup betul dengan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Nah pada Hari Minggu (22/4/2018) yang lalu, Komunitas Hitoria Indonesia (KHI) berkesempatan jalan-jalan gratis ke TMII. Dalam rangka apa sih KHI jalan-jalan ke theme park kebanggaan Indonesia ini? Yaitu dalam rangka Ulang Tahun TMII ke-43 yang jatuh pada tanggal 20 April 2018. Bahkan pada tanggal 20 April 2018 seluruh masyarakat tanpa terkecuali digratiskan untuk masuk TMII, wiiih keren yah.

Sesampainya di area TMII, tak lengkap rasanya jika tidak mengabadikan moment di depan Tugu Api Pancasila. Tugu Api Pancasila merupakan landmark Taman Mini, berbentuk 5 buah keris setinggi 45 meter,yang berdiri menjulang di dalam kolam air. Kolam air bergaris tengah 17 meter. Diantara 5 keris yang  berjejer melingkar terdapat rongga kosong dengan jarak 8 meter. Angka 5 melambangkan 5 sila dalam Pancasila,angka 17,8 dan 45 mengacu pada tanggal proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Setelah puas mengabadikan momen, KHI bergegas menuju Pameran Bersama Museum Se-Indonesia yang diadakan di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah. Pameran Bersama Museum Se-Indonesia yang diadakan untuk ke enam kalinya ini mengambil tema Sejarah, Peran dan Karya dalam Rangka Memperingati Hari Kartini. Ada berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung pameran diantaranya adalah workshop membatik, workshop melukis, dan juga workshop pemasangan tekuluk.

Saat memasuki Gedung Sasana Kriya TMII terdapat materi digital printing tentang Peran dan Karya Ibu Tien Soeharto. Mungkin kidz zaman now banyak yang tidak mengenal atau mendengar nama Ibu Tien, Ibu Negara yang memprakarsai pembangunan TMII yang pada awalnya mendapat banyak pertentangan ditengah kondisi keuangan negara yang saat itu tidak memungkinkan.

Saat ini, manfaat pembangunan TMII pun mulai dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya areanya yang dapat digunakan sebagai tempat berbagai acara hiburan rakyat, namun juga sebagai sarana yang menggambarkan Indonesia secara keseluruhan dalam bentuk miniatur dan juga sebagai sarana pelestarian dan pengembangan budaya bangsa.

Memasuki area pameran Pengurus dan Anggota KHI mampir ke stand museum Santa Maria. Santa Maria adalah Sekolah dan Asrama Perempuan Pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1 Agustus 1856. Di stand Museum Santa Maria ini Kang Asep Kambali (Founder KHI) sempat berdiskusi dengan Kepala Museum Santa Maria dan berfoto bersama. Selain itu kami bertemu dengan Arkeolog Senior Indonesia Bapak Candrian Attahiyat dan berdiskusi singkat.

Selanjutnya KHI berkunjung ke Stand Museum Nasional. Di stand ini pengunjung bisa mendapatkan hadiah kenangan-kenangan dari Museum Nasional jika berhasil menyelesaikan challenge. Salah satu challangenya adalah menceritakan tentang salah satu tokoh pahlawan nasional. Salah satu pengurus KHI ada yang berhasil menyelesaikan challage dengan bercerita tentang biography nya R.A Kartini. Woooo dapat hadiah deh.

Selain museum nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi juga ga kalah seru, di stand museum ini pengunjung yang ingin mendapatkan berbagai macam souvenir harus ikutan challenge diantaranya: menulis ulang naskah proklamasi, menghapal naskah proklamasi dan menceritakan peristiwa sejarah proklamasi. Bukan anggota KHI namanya kalo tidak bisa menyelesaikan semua challenge dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi. 

Di salah satu sudut area pameran bersama museum se Indonesia ada stand museum olahraga nasional. Di stand museum ini terdapat sebuah senjata dan beberapa buah medali yang dipajang.

Senjata dan medali ini adalah milik Lely Sampoerno, atlit menembak wanita yang berprestasi di PON, Sea Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Prestasi yang pernah diraih Lely Sampoerno dapat dilihat pada gambar disamping ini.

Museum Tranportasi pun tak mau kalah ketinggalan memamerkan materi digital printing berupa perempuan-perempuan hebat, kartini zaman now yang berprofesi pemandu moda transportasi seperti kereta api, pilot pesawat, driver busway,hingga nahkoda kapal laut.

Selain museum tersebut diatas juga ada museum batik pekalongan yang memajang berbagai kain batik dengan corak khas dari pekalongan, di stand museum ini juga di pamerkan bahan-bahan alami yang digunakan untuk pewarna natural pada saat proses membatik.

Salah satu museum yang sempat dikunjungi oleh KHI menjelang mengakhiri sesi jalan-jalan di Pameran Museum Se-Indonesia adalah museum Kapuas Raya dari Kabupaten Sintang-Kalimantan Barat. Kabupaten Sintang ini adalah kabupaten yang memiliki pos lintas batas negara karena berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia Di stand Museum Kapuas Raya ini dipajang berbagai macam souvenir hasil kerajinan tangan khas Kalimantan.

Pameran Bersama Museum Se-Indonesia merupakan salah satu rangkaian acara dalam memperingati HUT TMII ke-43. Masih banyak keseruan lainnya yang diselenggarakan oleh TMII seperti Pentas Seni Budaya Kota Salatiga, Festival Ramayana, Perkusi Nusantara, Kesenian Baron Caplok dan masih banyak lagi. KHI mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan oleh TMII untuk menjadi bagian perayaan HUT kali ini. Semoga kedepannya TMII semakin jaya dan menjadi garda terdepan untuk menapilkan sejarah dan budaya Indonesia.*** 

Artikel oleh Bonni Pradana C. (Kontributor KHI - Jakarta)

Comments

You need to login to give a comment