Kenapa Kita Harus Merayakan Kebangkitan Nasional?

Ketika mendirikan Boedi Oetomo, usia Soetomo masih belasan tahun. Masih ngekost dan belum lulus kuliah. Konon karena senang berorganisasi, beliau kuliah hingga 9 tahun? 

Ide "kecil" tapi berdampak fundamental, yg kemudian kita rayakan sebagai hari kebangkitan nasional adalah semestinya (pemerataan) pendidikan bagi anak-anak bumiputra yg tidak mampu sekolah dan itu menjadi tanggung jawab mereka yang mampu.

Soetomo dan kawan-kawannya tujuh orang, memiliki orang tua ningrat dan pejabat. Orang tua mereka bekerja bagi penjajah Belanda, memakan gaji dari penjajahan yang dilakukan Belanda. Ada yang bekerja sebagai bupati, wedana, demang, dan ambtenaar lain. 

Mereka yang mampu kuliah di jurusan kedoteran adalah orang kaya. Karena biaya sekolah kedokteran itu mahal, seperti zaman sekarang, ya kan? Sekali masuk bisa ratusan juta. 😅

Soetomo dan kawan-kawan menyadari, berkat "provokasi" dari seniornya Wahidin Soedirohoesodo, bahwa politik etis yg digelar penjajah Belanda adalah peluang dan telah menyadarkan ia dan kawan-kawan bahwa negeri nan indah yang dikenal lama dgn sebutan Nusantara ini tengah terjajah dan dieksploitasi oleh orang asing/penjajah Belanda. 

Maka kemudian, atas saran Wahidin Soedirohoesodo, ia dan enam orang temannya mendirikan Boedi Oetomo, organisasi yg didirikan dengan maksud mengumpulkan dana (studifonds) beasiswa untuk anak-anak pribumi yg tidak mampu sekolah. 

Boedi Oetomo didirikan karena kesadaran, bahwa kemerdekaan, kemajuan dan kebesaran suatu bangsa dilandasi oleh generasi mudanya yang terdidik dan tercerahkan. Soetomo dan kawan-kawan mengambil posisi strategis untuk membangkitkan Indonesia dari keterjajahan. 

Upaya Boedi Oetomo itu telah memberi inspirasi bagi kaum muda lain. Sehinga tonggak-tonggak sejarah bangsa saling berhubungan dan memiliki keterkaitan. 

Jika tidak ada inisiatif dari Boedi Oetomo ini, tidaklah mungkin digelar Kongres Pemoeda II pada 1928 yang menghasilkan deklarasi Soempah Pemoeda, yaitu sumpah bersatunya anak-anak muda dari berbagai organisasi di Indonesia dan melebur ke dalam Indonesia Muda, yaitu organisasi bentukan baru para peserta kongres. Kemudian setelahnya, tujuh belas tahun kemudian, Deklarasi Soempah Pemoeda mengilhami Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang juga diinisiasi oleh anak-anak muda, melalui tanda tangan Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Hari ini kita tengah mencoba memahami dan memaknai momentum tonggak sejarah Boedi Oetomo sebagai hari kebangkitan nasional republik ini, yang musti kita fahami adalah, bahwa kebangkitan yang sesungguhnya itu adalah kita sadar bahwa kita harus terus belajar, karena pendidikan formal tidak semua orang mampu mendapatkannya. Karena belajar bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Selamat belajar dan berjuang mengisi kemerdekaan. Niscaya Indonesia akan bangkit di masa depan. Amiin!***

_______

Oleh: Asep Kambali (sejarawan Indonesia, pendiri KHI).

Comments

You need to login to give a comment