Kisah Perjuangan Dalam Drama Musikal Khatulistiwa

JAKARTA | Kisah heroik dan patriotik tentang perjuangan serta pengorbanan para pahlawan bangsa yang dikemas dengan cara kekinian, renyah dan ringan, tapi tetap menginspirasi, mendidik dan menghibur sangat jarang ditemui. Drama Musikal Khatulistiwa (#MusikalKhatulistiwa) hadir untuk menjawab tantangan itu. 

Adalah CIMB Niaga, Josodirdjo Foundation & ZigZag Indonesia yang berdiri strategis untuk mewujudkannnya. #MusikalKhatulistiwa mendapatkan dukungan penuh dari Komunitas Historia Indonesia (KHI), komunitas sejarah terbesar di Indonesia.

Khatulistiwa merupakan pertunjukan drama dengan musik yang berlatar sejarah panjang bangsa Indonesia. Dimulai dari zaman VOC hingga kemerdekaan. #MusikalKhatulistiwa akan menceritakan 30 pejuang dan pahlawan yang telah gugur demi melahirkan negeri yang merdeka, berdaulat adil dan makmur ini.

“Tanpa mereka yang telah berjuang, tidak mungkin ada kita sekarang. Tanpa kita yang berjuang mengisi kemerdekaan, tidak mungkin ada anak cucu kita di masa depan,” tegas Asep Kambali, sejarawan Indonesia yang juga merupakan pendiri KHI.

#MusikalKhatulistiwa akan dimainkan oleh sekitar 100 talenta muda Indonesia dengan menampilkan lebih dari 50 lagu perjuangan dan nasional. 

"Inilah kontribusi nyata kita bagi perjuangan mengisi kemerdekaan itu. Perjuangan melawan apa? Perjuangan melawan lupa akan sejarah bangsa kita. Karena cita-cita kemerdekaan dan nilai-nilai luhur perjuangan dan kepahlawanan, hanya dapat dipelajari melalui sejarah," papar Asep.

"Mari kita sama-sama isi kemerdekaan dengan berjuang menegakkan dan menempatkan sejarah bangsa kita sebagai pijakan dalam membangun masa depan! Mari nonton #MusikalKhatulistiwa!" tambah Asep bersemangat.

#MusikalKhatulistiwa akan dipentaskan pada tanggal 19-20 November 2016 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marjuki (TIM). Dapatkan tiketnya hanya di https://www.kiostix.com/events/details/1060-drama-musikal-khatulistiwa.tix sebelum kehabisan. Info lebih lanjut mengenai #MusikalKhatulistiwa, sila klik tautan ini http://www.musikalkhatulistiwa.com/page/sekilas

“Karena tiap-tiap tetes keringat yang bercucuran dari para pemain, adalah peluru bagi perjuangan di masa sekarang. Dan tiap-tiap tiket yang anda beli, adalah amunisi bagi perjuangan melawan lupa itu.” pungkas Asep.***


Sumber foto: http://akangdudi.files.wordpress.com

Comments

You need to login to give a comment