Melihat Koleksi Peninggalan Pahlawan Wanita Aceh di Museum Cut Nyak Dhien

Perjuangan melawan penjajah yang dilakukan oleh Bangsa Indonesia memang tidak memandang gender. Baik wanita maupun laki-laki bersatu padu mengusir penjajah sehingga akhirnya kemerdekaan bisa diraih dengan gemilang. Dari kisah perjuangan tersebut banyak mengangkat tokoh- tokoh perjuangan antara lain Soekarno, Bung Hatta, Diponegoro, Cak Umar, bahkan seorang wanita yang kebetulan memang juga merupakan istri dari Cak Umar yakni Cut Nyak Dhien.

Cut Nyak Dhien ini merupakan salah satu pahlawan wanita yang berasal dari Aceh yang terkenal sangat pemberani dan memiliki kegigihan yang sama seperti laki-laki. Di masa perjuangan, beliau bersama dengan sang suami, keduanya meninggalkan berbagai macam peninggalan yang mampu memberikan cerita bagaimana gigihnya perjuangan mereka berdua. Salah satu bukti bahwa negara ini menghargai jasa pahlawan wanita satu ini, maka Pemerintah Aceh mengubah kediaman pribadi Cut Nyak Dhien menjadi museum yang wajib untuk dikunjungi agar kita akan selalu bisa mengenang jasa beliau.

Museum Cut Nyak Dhien ini berlokasi di Desa Lampisang, Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darusalam yang tepatnya berada di sebelah barat Jalan Banda Aceh Lhok-Nga yang memang merupakan wilayah pedesaan yang memiliki hamparan sawah hijau yang sungguh amat cantik.

Pemerintah setempat memang dengan sengaja menjadikan kediaman pribadi Cut Nyak Dhien menjadi museum dengan beberapa tujuan antara lain agar berbagai macam peninggalan Cut Nyak Dhien bersama dengan suaminya dalam berperang melawan penjajah tetap terjaga dan tidak hilang sehingga masyarakat luas bisa mengenang jasa-jasanya. Tujuan yang lain agar museum ini menjadi salah satu aset bersejarah yang dimiliki oleh Nanggroe Aceh Darusalam.

Sejarah pernah menceritakan bahwa sebelumnya rumah kediaman Cut Nyak Dhien ini pernah dibakar oleh tentara Belanda saat terjadinya Perang Aceh pada tahun 1980-an. Kondisi rumah yang memang tinggal puing-puing tersebut kemudian menjadi keprihatinan pemerintah dan kemudian  diputuskan untuk dijadikan sebagai suatu bangunan pemerintahan dalam katagori museum.

Ketika traveler memasuki Museum Cut Nyak Dhien ini, kalian bisa melihat sekaligus merasakan bagaimana perjuangan yang dilakukan beliau hingga titik darah penghabisan. Tak heran apabila masyarakat Aceh bangga menyebutkan Cut Nyak Dhien sebagai pahlawan wanita yang gigih dari Aceh.

Salam traveler sejati!


source : http://www.travelmatekamu.com



Comments

You need to login to give a comment