Tapak Oriental di Pasar-pasar Kolonial

Dulu, orang hanya bisa berbelanja pada hari-hari tertentu. 

Trotoar yang melingkari gedung Pasar Senen dipenuhi lapak-lapak pedagang. Padahal, fasilitas publik itu sudah dibangun dengan baik, berlantai keramik dan diberi atap sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh dari hujan dan panas. Penyebabnya adalah para pedagang korban kebakaran Blok III Senen belum mendapatkan tempat pengganti untuk berjualan. Jadilah trotoar tersebut sebagai kios-kios darurat. 

Letak yang strategis dan tempat yang tak pernah kekurangan pembeli ini memang menjadi madu yang manis bagi para pedagang. Namun, Senen bukan cuma tempat menarik bagi pedagang. Tempat ini juga menyimpan sejarah yang sangat panjang, yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian penduduk Batavia di masa kolonial. 

Pasar Senen, sesuai namanya, hanya dibuka pada hari Senin. “Pada masa lalu, tren belanja tidak seperti sekarang, yang bisa setiap hari. Dulu, penduduk belum banyak. Orang-orang belanja hanya sebagai kebutuhan,” kata Asep Kambali, pengelola Komunitas Historia Indonesia. Jadi, pasar buka bukan tiap hari, melainkan sekali seminggu. Pembelinya tak hanya dari Batavia, tapi juga dari luar daerah, seperti Cikarang, Bekasi, dan Tangerang. 

Read more? click here ;)




Comments

You need to login to give a comment