Night at The Museum dan KHI

Jakarta, C&R Digital | Untuk mengenal sejarah bangsa Indonesia memang lebih baik jika kita mengunjungi museum. Tetapi bagaimana jika kunjungan itu dilakukan pada malam hari bahkan hingga menginap di museum? Jika Anda ingin merasakan sensasinya, Komunitas Historia Indonesia (KHI) siap memberikan pengalaman baru dalam program Night at The Museum.

Kurangnya minat masyarakat, khususnya anak muda Indonesia untuk mencintai dan mencari tahu tentang sejarah bangsa rupanya menggugah Asep Kambali mendirikan Komunitas Historia Indonesia. Berdiri pada tahun 2005, komunitas ini membuat gebrakan baru yaitu kegiatan menginap di museum selama satu malam, pada 2009. Hal itu rupanya cukup membuat masyarakat penasaran.

“Konsepnya adalah kita memulainya jam 9 malam. Kita makan dan menonton film sejarah. Nah, jam 12 malam kita telusuri malam sampai jam 3. Lalu kita refleksi kenapa kita harus belajar di museum. Jam 5 pagi baru pulang. Sebenarnya enggak ada yang tidur,” kata Asep.

Asep mengatakan bahwa cara ini efektif membuat masyarakat kembali tertarik pada dunia sejarah yag selama ini mulai terpinggirkan oleh budaya populer yang banyak dianut kaum muda. Ia beranggapan bahwa dengan mengenal lebih jauh tentang sejarah bangsa, masyarakat khususnya kaum muda akan semakin sadar perlunya mencintai jati diri dan juga bangsanya, bangsa Indonesia.

“Saya sebagai founder KHI awalnya berinisiatif karena melihat fenomena sejarah enggak disukai atau dianggap ‘garing’. Akhirnya banyak yang enggak mengenal sejarah bangsanya sendiri. Berarti enggak punya ingatan masa lalu. Sama saja amnesia dong, alias manusia tanpa ingatan sejarah. Bisa jadi apa bangsa ini kalau begitu,” ucap pria 33 tahun ini.

Lebih fatal lagi, generasi muda yang buta sejarah bangsanya akan semakin mudah diubah menjadi pribadi asing seperti budaya populer yang dianutnya selama ini. Hal ini juga yang membuat komunitas ini ingin terus membuat beragam gebrakan baru demi menjadikan sejarah Indonesia sebagai sesuatu yang menarik untuk disimak dan dipelajari.

“Bagaimana kalau ingatan sejarah itu dihilangkan sehingga anak muda ini tidak ingat sejarah bangsanya. Mereka enggak akan cinta pada bangsanya, pahlawannya, dan orang tuanya. Ini yang sedang dilakukan negara-negara yang punya power, yang akhirnya berimbas generasi muda kita tidak produktif,” tuturnya.

Sumber: http://www.cekricek.co.id/celebnews/kategori/nasional/night-at-the-museum-dan-komunitas-historia-indonesia.html

Comments

You need to login to give a comment