Korea Utara, Bung Karno dan Anggrek Kimilsungia

Indonesia sudah membina hubungan yang realtif baik dengan Korea Utara sejak diremikan tahun 1961. Salah satu faktor suksesnya hubungan ini adalah kedua negara tidak saling mencampuri urusan dalam negerinya. Saat Presiden Kim Il-sung mengunjungi Indonesia tahun 1965, Presiden Soekarno mengajaknya berkeliling Kebun Raya Bogor dan Kim tertarik dengan bunga anggrek dari Makassar. Soekarno menamai bunga tersebut Kimilsungia dan menyebutnya sebagai simbol persahabatan abadi antar kedua negara. Anggrek ungu Kimilsungia telah menjadi bagian integral propaganda Korea Utara yang menyangkut Kim Il-sung. 

Pada bulan Maret 2002, presiden Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Pyongyang. Tahun 2002, presiden Presidium Dewan Agung Rakyat Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Yong-nam, bertemu Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada tahun 2005, Kim Yong-nam mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Asian-African Conference Commemorative. Bulan Mei 2012, Kim Yong-nam melakukan kunjungan resmi ke Jakarta. Kunjungan tersebut dimanfaatkan para aktivis HAM dan demokrasi Indonesia untuk meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong demokratisasi dan perlindungan hak asasi manusia di negara yang terisolasi tersebut. Foto kiri saat Kim Il Sung tiba di Kemayoran 1965 disambut Presiden Soekarno dan kanan Anggrek Kimilsungia.


Comments

You need to login to give a comment