KHI, Cara Gaul Belajar Sejarah

Posted by MEasia April 15, 2014 

Dibanding bidang ilmu yang lain, sejarah termasuk bidang yang kurang seksi dan menjanjikan masa depan suram. Bersama Komunitas Historia, kita bisa jalan-jalan merasakan atmosfer tempat-tempat bersejarah di Indonesia. Pelajaran sejarah jadi jauh dari kesan membosankan. Asep Kambali, sang pendiri komunitas ini, yakin bahwa lewat pengenalan sejarah, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat dan berkarakter.

Masih jelas di ingatan Asep Kambali, sejarah adalah bidang ilmu yang kurang menarik. “Kendati begitu, nilai pelajaran sejarah saya tetap bagus,” kata sarjana sejarah lulusan Universitas Negeri Jakarta ini.

Selepas SMA, berkat prestasinya Asep ditawari masuk universitas lewat jalur khusus. Di situ ia memutuskan mengambil jurusan sejarah meskipun itu berlawanan dengan kata hatinya. “Soalnya persaingan masuk ke jurusan ekonomi atau bahasa Inggris pasti sengit sekali,” ujar pria yang mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tuanya juga.

MEasia No147 eMag_page3_image1

Singkat cerita, saat kuliah di Universitas Negeri Jakarta, Asep tetap berprestasi dan belakangan diangkat menjadi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan. Saat itu ia punya pemikiran membuat anak-anak sekolah tertarik belajar sejarah. Di tahun 2002 itu ia membuat lomba lintas sejarah untuk anak-anak SMA di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, dan Bandung. Tercatat 65 sekolah turut serta.
Lintas sejarah itu mirip acara Amazing Race di TV kabel. Anak-anak berkompetisi berjalan dari museum ke museum dan situs ke situs. Di setiap tempat ada petunjuk menuju tempat berikutnya,” cerita dosen di London School of Public Relation Jakarta ini.

Lomba itu terbukti sukses. Asep pun semakin bersemangat meneruskan pendidikan sejarah dengan cara menyenangkan seperti itu. “Lalu muncullah ide membentuk Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia Historia di tahun 2002. Saya mengonsep komunitas ini sambil mendengarkan kuliah di kelas. Historia berasal dari bahasa Latin artinya orang pandai dan bijak,” katanya.

mau tau artikel selengkapnya? klik disini ya :)




Comments

You need to login to give a comment