FGD : Storyline Museum Nasional

Tim Komunitas Historia Indonesia (KHI) mendapat undangan dari Museum Nasional Indonesia (MNI) untuk hadir di Focus Group Discussion (FGD) tentang Storyline Museum Nasional Indonesia (MNI). Hal ini berkaitan dengan pengembangan Museum Nasional Indonesia (MNI) sesuai dengan Masterplan yang telah dibuat di tahun 2011.

Sebelum FGD dilakukan, tim KHI bersama komunitas lain dan media diajak keliling Museum Nasional untuk melihat beberapa koleksi yang menjadi masterpiece dari MNI. Selain itu, tim MNI juga menjelaskan pengembangan bangunan dari MNI mulai dari didirikannya di tahun 1862 sampai dengan pengembangannya yang terakhir dan rencana pembangunan yang akan selesai di tahun 2016.

Nah, waktu keliling MNI inilah, banyak koleksi MNI yang sebenarnya seru untuk dilihat dan dipelajari, seperti Prasasti Padrao, Celengan Majapahit, Batu Gajah, Mangkuk Ramayana dan masih banyak yang lainnya. Setelah hampir 90 menit dan semua lantai dikunjungi, semua tim menuju Hotel Millennium untuk mendiskusikan Storyline Museum Nasional Indonesia yang terbaik bagi masyakarat.

Acara FGD dibuka oleh ketua Museum Nasional Indonesia, ibu Intan Mardiana, yang menekankan bahwa Storyline adalah ruh dari satu museum, yang membuat museum mempunyai karakter dan pengunjung tertarik untuk berkunjung dan betah di dalam museum.

Setelah makan siang, diskusipun dimulai dengan dibagi ke dalam 2 kelompok. Komunitas dan media di satu kelompok sedangkan tokoh masyarakat di kelompok yang lain. Untuk informasi, diskusi ini adalah hari ke-2 karena sebelumnya, di hari Senin, 08 September, FGD sudah dilakukan dengan mengundang akademisi, ikatan profesi, dan praktisi museum.

Diskusi awal yang membahas Storyline Museum Nasional Indonesia berlangsung seru karena banyak pihak yang memberikan masukan untuk perbaikan Museum Nasional sendiri terutama terkait dengan informasi ruangan yang dirasa kurang jelas, tata letak yang kurang menarik, penjelasan koleksi yang kurang banyak, serta masukan berupa tema yang bisa diimplementasikan di Museum Nasional Indonesia supaya menarik pengunjung.

Diskusi berikutnya membahas tentang Kemitraan Museum Nasional Indonesia dengan Masyarakat. Di sesi ini, media merasakan kurang hangatnya hubungan antara Museum Nasional Indonesia dengan jurnalis. Kurang terinformasikannya program juga koleksi museum membuat jurnalis kurang tertarik meliput acara-acara museum, kecuali berita negatif seperti koleksi yang kecurian. AJI (Aliansi Jurnalis Independen) memberikan masukan kepada tim Humas MNI untuk lebih aktif memberikan berita dan menyelenggarakan acara untuk dihadiri media supaya terjalin komunikasi yang lancar antar media dan MNI. Sedangkan komunitas-komunitas yang hadir memberikan pemikirannya bahwa setiap komunitas dengan senang hati membantu MNI untuk mensosialisasikan programnya asal MNI terbuka dengan menunjuk divisi yang langsung berhubungan dengan komunitas, juga masyarakat.

Acara diskusi berlangsung sampai sekitar pukul 17.30 ditutup dengan penulisan saran kepada MNI dari semua pihak yang hadir untuk perbaikan MNI ke depannya.

Comments

You need to login to give a comment