Mengunjungi Masjid Luar Batang di Penghujung Ramadhan

Jakarta, 27 Juli -- Di akhir bulan Ramadhan 1435 H, Komunitas Historia Indonesia menggelar satu acara masih dengan konsep edukasi sejarah dan rekreasi, yaitu Jelajah Kampung Keramat Luar Batang : Mengungkap Mitos Melalui Sejarah. Acara yang terbuka untuk umum ini diselenggarakan di hari Sabtu, 26 Juli 2014 atau 2 hari menjelang lebaran, sengaja untuk warga Jakarta yang tidak atau belum melakukan mudik ke kampung halamannya.

Berkumpul di Menara Syahbandar, kompleks Museum Bahari di Jl. Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, peserta mulai berdatangan pada pukul 14.00 WIB. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 29 peserta umum dan 4 undangan dari NutriSari W'Dank yang menjadi sponsor berbuka puasa acara ini. Serunya, peserta yang hadir datang dari berbagai usia dan dari beberapa penjuru Jakarta.

Acara dimulai sekitar pukul 15.00 oleh kang Asep Kambali yang memperkenalkan kru Komunitas Historia yang hadir dan mulai menjelaskan sejarah di kawasan Museum Bahari. Antusiasme sangat terlihat di wajah para peserta ketika kang Asep menjelaskan bahwa pada zaman dahulu, tempat mereka berdiri adalah lautan, juga menjawab mitos yang beredar adanya terowongan bawah tanah yang menghubungkan Menara Syahbandar ke tempat-tempat lain di Jakarta.

Cerita kang Asep semakin menarik ketika mereka bergerak ke Museum Bahari dan melihat tembok asli kota Batavia serta masuk ke kawasan pergudangan pada masa VOC. Bangunan gudang kayu yang masih berdiri namun tak terawat dan tak terpakai menjadi objek potret yang menarik bagi peserta meski mereka harus melintas dengan hati-hati di jembatan kayu yang kecil. Meninggalkan kawasan pergudangan, pesertapun masuk ke kawasan pasar ikan dan kampung luar batang. Nama luar batang tercipta pada masa kolonial Belanda. Untuk membatasi antara "kota" yang terbentengi dan "luar kota", pemerintah kolonial Belanda menggunakan batang. Maka kampung luar batang berada di luar kota Batavia ketika itu.

Setelah menyusuri kampung, sampailah peserta di Masjid Luar Batang untuk beristirahat, sholat Ashar, sebagian berziarah ke makam Waliyullah Al Habib Husen dan yang nggak kalah penting adalah berfoto bersama. Terakhir, peserta kembali ke Menara Syahbandar untuk berbuka puasa bersama.

Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kang Asep melanjutkan cerita tentang sejarah kawasan pesisir dan yang serunya, nggak lupa menggelar games untuk para peserta. Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama yang disajikan oleh NutriSari W'Dank dengan berbagai varian rasa yaitu Sari Jahe, Bajigur, Sarabba, dan Pletok Betawi. Sajian hangat ini sangat pas karena cuaca yang mendadak hujan tak lama setelah Jelajah Kampung Luar Batang ini ditutup. Terima kasih para peserta yang sudah ikut dan tentunya NutriSari W'Dank untuk sajian berbuka puasanya. Sampai ketemu lagi di acara-acara Komunitas Historia Indonesia berikutnya yang nggak kalah seru!


Comments

You need to login to give a comment