KHI Menjelajah Bandung via BHSG

Serbuuuuu Bandung! Bandung Historical Study Game (BHSG) dilaksanakan kembali dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Konferensi Asia Africa yang prakarsai oleh Museum Konferensi Asia Afrika. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014.

Komunitas Historia Indonesia (KHI) mengirimkan kontingen terbaiknya, tak tanggung-tanggung hingga 2 Tim lho, masing-masing terdiri atas 5 orang. Siapa saja sih yang mewakili KHI? 

Ini dia :D

Tim KHI 1 adalah :



Tim KHI 2 adalah :

Perjalanan dimulai pada hari Jumat dengan menggunakan kereta api dari Jakarta melalui Stasiun Kota dan tiba di Bandung melalui Stasiun Kiaracondong.


Eits @agungbebaslepas dan @putriym menyusul dengan kereta malam... juk..ijak...juk.. :D


Akhirnya hari yang dinanti pun tiba, yup hari perlombaan. Pagi-pagi buta Tim KHI sudah berkumpul di Museum Sri Baduga.. Wih Bandung di pagi hari masih dingiiiiiin.



Jadi di dalam BHSG ini terdapat 3 zona yang harus peserta lewati yaitu  Zona Chit Chat,  Zona Selfie, dan Zona Really Rally.  Pertama peserta harus registrasi terlebih dahulu kemudian mengikuti upacara pembukaan. Setiap tim memulai pencariaan petunjuk dengan mendengarkan siaran radio. Dari siaran tersebut peserta bisa mendapatkan petunjuk-petunjuk  untuk mengetahui destinasi selanjutnya. Tempat pertama yang dituju adalah Monumen Bandung Lautan Api yang berada di Lapangan Tegalega. disana Tim KHI mengerjakan soal yang berhubungan dengan peristiwa Bandung  Lautan Api. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke rumah Inggit Garnasih sesuai dengan petunjuk radio pastinya, Inggit Garnasih adalah istri kedua dari Presiden Indonesia Pertama yaitu Ir.Soekarno. Tim KHI pun kembali mengerjakan soal yang diberikan panitia, dan pastinya bisa menjawab semua soal yang ditanyakan! KHI gituuu looh, hahahaha.

Memasuki zona kedua, yaitu zona selfie. Pada zona ini selain mengerjakan soal yang diberikan, Tim KHI juga harus foto selfie di depan monumen yang dijadikan pos. Tim KHI tidak hanya jago menjawab soal sejarah yang diberikan tapi juga narsis tingkat dewa. Bak supermodel yah para volunteer KHI, hehehehe.  Tim KHI rasanya sudah tidak peduli dengan rasa malu untuk foto ditengah jalan dan dilihat oleh banyak orang. Bernarsis-narsis dahulu baru malu kemudian yang penting masuk kamera doooong. Foto pun kemudian harus ditweet ke panitia sesuai dengan syarat  yang telah ditentukan. Pada zona ini Tim KHI berfoto di Monumen Lengkong dan Monumen Dasasila Bandung.

Setelah seru-seruan selfie, Tim KHI istirahat untuk makan siang di Pendopo Walikota Bandung, sekaligus ada sesi sharing bersama salah satu keturunan dari Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema ke V, yaitu pendiri kota Bandung. Beliau bercerita tentang sejarah kota Bandung. Nah setelah perut aman terkendali, tenaga full dan sempat meluruskan kaki setelah jalan jauh, Tim KHI  memasuki zona yang paling ditunggu-tunggu yaitu zona really rally. Di zona ini terdapat 12 tim dalam tiap batch yang harus berlomba adu kecepatan untuk sampai ditempat yang diminta dan tidak lupa untuk menjawab soal-soal kembali. Disini Tim KHI harus berlari secepat mungkin agar mendapatkan point tambahan dalam penilaian. Tempat yang menjadi destinasi adalah Penjara Banceuy, Patung Laswi, Patung Tentara Pelajar, dan Gedung Indonesia Menggugat. Semua tempat tersebut berhasil dilewati oleh kedua tim KHI dengan secepat mungkin. Untungnya Tim KHI terdiri atas Volunteer yang termasuk mantan atlet, jadi larinya super kenceng 2014  hahaha :P. Dari destinasi terakhir, semua peserta diarahkan untuk berkumpul di Museum Asia Afrika.

Ini highlights foto-foto kegiatan BHSG (;

*Ketika narsis mengalahkan rasa malu :D

Acara berakhir di Museum Konferensi Asia-Afrika. Nafas udah ngos-ngosan baju basah gara-gara keringet tapi sumpah acaranya PETJAH BANGET. Salut untuk panitia penyelenggara acara ini. Kurang lebih ada 915 peserta atau sekitar 183 tim yang ikut berkompetisi. Acara ini diselenggarakan bukan hanya untuk memperebutkan hadiah namun menyadarkan bahwa ada banyak hal disekitar kita yang erat kaitannya dengan sejarah namun kita tidak menyadarinya.

KHI yang jauh-jauh dari Jakarta pun terkenal di Kota Bandung lho, terbukti KHI di apresiasi oleh Kepala Museum KAA hingga di daulat untuk mengenalkan KHI kepada peserta BHSG lainnya serta memberikan kesan dan pesan  dalam mengikuti acara BHSG



@Jojopurjo menerangkan KHI didampingi Kepala Museum KAA Bapak Thomas A. Siregar

Walapun pada saat pengumuman Tim KHI belum bisa menjadi juara namun salut untuk para volunteer yang dengan kekompakan dan semangatnya mewakili KHI hingga titik keringat terakhir hehehe... Volunteer KHI memang tidak menang dalam perlombaan tapi menang dalam kenarsisan karena menurut Pendiri KHI yaitu Kang Asep Kambali “Barang Siapa yang Tidak Mau Di Foto maka Ia Tidak akan Dikenang dalam Sejarah” Sekian perjalanan KHI di Kota Bandung, bersiaplah kota-kota di seluruh Indonesia akan kami sambangi !

Salam Historia! Lets Make History!

Tim Historylicious





Comments

You need to login to give a comment