Asep Kambali, Hidupnya Didedikasikan untuk Sejarah

Baginya, sejarah adalah passion, makanya ia rela untuk menghabiskan banyak waktu buat mengisi dan menghadiri berbagai seminar, atau pun berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sejarah. Ya itulah dia Asep Kambali, pria yang juga dikenal sebagai sejarahwan ini memang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap sejarah. Jadi, beralasan kalau dia mengecam bangsanya, yang telah mulai melupakan dan tak menghargai lagi sejarah bangsanya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, makanya bangsa ini tidak pernah besar, karena tidak pernah menghargai sejarahnya,” kata Asep, keras, bersemangat.

Menurut Asep, memelajari sejarah sebenarnya dapat memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi seseorang. Karena dengan belajar sejarah, setiap orang tidak hanya dapat memelajari masa lalu saja, tetapi juga masa depan. Karena landasan masa depan adalah apa yang telah terjadi di masa lalu.

“Dengan memelajari sejarah, kita bisa memelajari kesalahan-kesalahan di masa lampau, yang dapat berguna bagi kehidupan di masa yang akan datang,” jelas Asep.

Namun sayangnya, menurut Asep, pentingnya arti sejarah ternyata diabaikan oleh pemerintah kita. Hal itu jalas bisa dilihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah, yang tak bisa menjaga situs-situs bersejarah. Belum lagi masalah kurikulum pendidikan sejarah, yang hanya dijadikan sebagai mata pelajaran formalitas di bangku sekolah dasar.

Pria kelahiran 1980 ini mengaku, mulai menyukai sejarah ketika ia duduk di bangku kuliah, saat itu ia sedang menuntut ilmu di Universitas Negeri Jakarta, dengan mengambil jurusan Pendidikan Sejarah.

Ketika menjadi Ketua Senat Jurusan, Asep sempat membuat kehebohan di kampus karena ia berhasil membuat acara lomba lintas sejarah antar SMA di Jakarta. Acara tersebut berlangsung cukup menarik, karena dibuat dengan konsep game, yaitu dengan menelusuri tempat-tempat bersejarah. Kemeriahan acara tersebut karena diikuti oleh ratusan siswa-siswi SMA se-Jakarta.

Kecintaan Asep terhadap ilmu sejarah ternyata tidak cuma sampai di situ, karena pada 22 Maret 2003, ia mendirikan komunitas Historia Indonesia. Dan melalui komunitasnya inilah ia berharap akan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah di kalangan masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Pada awal berdirinya, komunitas ini memang hanya beranggotakan segelintir orang, namun mereka tidak menjadi rendah diri atau lemah semangat. Mereka secara berkala mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari acara tur mengunjungi museum, diskusi dan lain sebagainya.

Dan dengan berjalannya waktu, kemudian muncul ide Asep untuk  mengawinkan kecintaannya terhadap sejarah dengan dunia bisnis. Maka melalui blognya yang beralamat di http://jakartaheritage.blogspot.com, yang dibuatnya pada awal 2009, Asep menawarkan paket-paket wisata sejarah di Jakarta dengan nama Jakarta Heritage Trails. Ini adalah salah satu bukti bahwa minat atau hobi sebenarnya bisa dijadikan ladang usaha. Dan itu sah.

Dalam penawaran paket wisata sejarah itu, Asep menyiapkan antara lain: Paket Wisata Kota Tua, Jejak Arab di Batavia, Chinatown Journey, Marunda Jejak si Pitung, Independency Day Trip, Tour de Busway, Historical Island Adventure, Night at The Museum, dan lain-lain. Dan pastinya, itu adalah paket-paket wisata sejarah yang sangat layak untuk diikuti, oleh mereka yang ingin mencoba sesuatu yang baru.

Komunitas Historia, yang dibina Asep, kini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Hal itu terlihat pada jumlah anggotanya yang saat ini telah mencapai ribuan orang, yang tersebar di seantero Indonesia. Dan oleh karenanya, berbagai event dan kegiatan pun telah mereka selenggarakan guna melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah, sesuai visi misi mereka.

Oleh karena itu, layaklah kalau Komunitas Historia mendapatkan berbagai penghargaan atas dedikasi mereka, antara lain: Indonesia Most Recommended Consumer Community, dari majalah SWA, dan The Best Enterpreneurial & Business Consumunity, dari Prasetya Mulya Business School.

Salut buat Asep Kambali. Terus berkarya dan semakin sukses!***

Source: Klik disini


Ditulis oleh Novriyandi, pada hari Rabu, 20 Maret 2013


Comments

You need to login to give a comment