Bung Karno Antek Jepang?

Mengapa sosok Soekarno selalu harus dipojokkan terkait soal ini? Dari tahun ketahun sifatnya tidak lebih dan tidak kurang hanya soal poltik semata. Saat ini pula gambarannya ada dalam film yang mengacu pada peristiwa itu, muncul juga dalam film Soekarno? Tampak dalam frame Bung Karno berdiri dimana kamera dari low angle shot. Bung Karno berpidato yang isinya pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan pidatonya kala itu. Mungkin yang vulgar, dikaitkan dengan pengerahan pasukan pekerja (Romusha) di zaman Jepang ? Tapi yang penting adegan yang muncul dalam film Nampo Hodo-Nipppon Eigasha no.20 itu telah disalahgunakan untuk mencitrakan dirinya dalam Scene pendek, padahal banyak sekali film dokumenter yang dibuat saat itu dengan scene yang panjang yang mencitrakan Bung Karno telah berjuang untuk Bangsa, Negara dan Tanah Air. 

Kenapa ya? Sungguh naif bangsa ini. Kalau itu dicitrakan oleh musuh politik beliau, bisa dimengerti, tapi bagi seorang Pahlawan Nasional ini sudah keterlaluan. Tentu saja pengungkapan itu sah-sah saja tapi harus ada menjelasan menyeluruh dan keterkaitannya dengan peristiwa lain yang penting. Lalu harus pula dibandingkan dengan peristiwa sejarah lainnya yang lebih berguna dan bermanfaat. Inilah yang menurut saya melenceng dari sejarah, bukan pencitraan pendeknya tapi bagaimana bisa dimaknai. 

Terus terang saja kelompok yang memanfaatkannya dimana film dokumenter ini tersimpan adalah masyarakat yang membenci Bung Karno, para mantan penjajah kolonial. Apakah kita harus sejalan dengan mereka dalam pemahaman sejarah nasional Indonesia? Mungkin demikian kalau kita bodoh dan dungu. Mengapa tidak ada kalangan yang berniat baik bercerita tentang Pahlawan Bangsanya dengan baik? Selalu harus saja carut marut budaya, padahal lorong sejarah telah jauh kita lalui tanpa ide yang menyejukkan, kebanggaan dan toleransi warna-warni perbedaan yang ada dalam rangkaian NKRI bersatu, berdaulat dan maju? Kita mesti lebih banyak belajar. Mungkin dan mungkin? 

Comments

You need to login to give a comment
  • User Avatar

    sigondrong

    5 years, 5 months ago

    klo boleh menganalisa , semua itu memang benar adanya .Jepang ,boleh beranggapan seperti itu dan itu hanya taktik beliau agar Jepang percaya pada Indonesia dan Soekarno , agar kemerdekaan dapat berjalan dengan mulus . ingat hanya taktik