Untuk Apa Kita Merdeka?!

Oleh: Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto

Semangkin paham saya kenapa Bung Karno disiksa secara medis dalam wisma Yaso, Chaerul Saleh mati mengenaskan di WC Penjara, DN Aidit dibunuh di pinggir sumur tua di Boyolali, Njoto dibunuh, Yani dimatikan dalam sebuah konflik tak jelas, Nasution ditelikung pada jam-jam pertama MPRS, Kemal Idris disingkirkan pasca jabat Pangkowilhan Indonesia Timur. Semangkin paham saya.... Ribuan Intelektual macam Hersri Setiawan dibuang ke Pulau Buru, dibantai hak hidupnya dan hak kehormatannya, buku-buku Pram dibakari... Semua lawan dan kawan Bung Karno pada garis paling ideologis dibunuh, semua intelektual visioner dibunuh, dibui dan kemudian propaganda dibesarkan, lalu peradaban sekarang yang kita punya, bukan peradaban artikel 33 UUD 1945.

Semangkin paham saya setelah membaca kronologis penguasaan secara sistematis Freeport dan penelikungan geopolitik AS terhadap Suriah dan penghantaman Iran.

Seperti kata Bung Karno "Indonesia is the richest country in the world...kita punya material investment, mau apa? ..Indonesia punya Minyak...? "Punya"... Indonesia punya timah? Punya...Indonesia punya Tin? punya, punya karet? punya....Punya kayu? punya...Punya kambing? punya...Punya Bebek? punya....Indonesia segala-galanya punya....tapi saudara-saudara djangan menebah dada, sekedar punya... punya... punya... itu semuanya harus digali..... 

Di seantero dunia saya propagandaken, kita ini punya bahan-bahannya....."Sekarang ini Indonesia sudah kaya, tapi itu yang dipermukaan bumi saja... It is only what we have on the surface of Indonesia. What we Strached...saudara-saudara tinggal garuk....yang dilihat itu permukaan saja lho...what we have strached from the surface from surface of our country... kita memang belum selidiki sama sekali dalamnya, baru kulit saja, baru surface saja sudah kaya, belum isinya, belum dalamnya.... baru garuk kulit tanah kita...huh ada timahnya, huh ada minyaknya, huh, ada gula-nya, huh ada teh-nya.... tapi apa yang terkandung in the womb, di dalam haribaan ibu pertiwi kita belum tahu.... untuk itulah aku butuh human skill... anak-anak muda Indonesia menggali sendiri...human skill, kita harus mempunyai human skill, kita harus punya ahli geologi, kita harus punya ahli kimia, ahli teknologi... dari bangsa sendiri, dus oleh sebab itu kita harus membuat pemuda pemudi yang mempunyai human skill setinggi-tingginya untuk menggaruk kekayaan bangsa ini untuk kemakmuran rakyat". Kata Bung Karno tahun 1960.

Bung Karno ingin untuk menguasai sumber alam ini kita harus punya mental Artikel 33 UUD 1945, mentaliteit kita adalah Ampera, Amanat Penderitaan Rakyat, mentalitas kita harus sosialis... Bung Karno menolak memberikan kekayaan alam kepemilikannya pada asing, tunggu human investment berkembang di Indonesia yang dididik di UI, di UGM, di ITB dan di mana-mana Universiteit...tapi akhirnya Bung Karno dibunuh dalam rangkaian September 1965.

Lalu ada kabar freeport kontraknya diperpanjang sampai 2041. Buat apa kita merdeka kalo cuman disuruh nonton orang asing makan kekayaan bangsa sendiri?

(Catatan Anton DH Nugrahanto)

*Diambil dari akun Facebook penulis tanpa sepengetahuan beliau. Admin tidak sama sekali menambahkan atau mengurangi isi artikel tersebut.



Comments

You need to login to give a comment
  • User Avatar

    nendyforza

    5 years, 7 months ago

    tulisan yang sangat bagus penuh dengan analisa2 yg saling berhubungan antar tokoh dan lainya ,bagus sekali!!!!!saran sedikit (pastinya bersifat membangun) untuk kaidah penulisan admin biar memakai paragraf supaya indah di lihat enggak datar begitu hehe ,,,selamat ya buat we KHI yg terbaru semoga bisa lebih berkembang dan tentunya selalu uptodate ^_^