Pameran "Aku Diponegoro"

Agenda Public 06 February - 08 March 2015 10:00 a.m.

                                  

                            Galeri Nasional Indonesia | 5 Februari - 8 Maret 2015 Pk. 10.00 - 19.00 WIB


Kebanyakan masyarakat Indonesia generasi kini mengenang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan perjuangan awal abad kedelapan belas yang memimpin perlawanan Jawa terhadap Belanda dalam pertarungan yang dikenal sebagai Perang Diponegoro (1825-1830). Selain itu, banyak juga yang hanya mengenali figur pemimpin Perang Jawa ini sebagai pangeran Yogyakarta yang dapat dilihat di ruang-ruang kelas seluruh pelosok Indonesia, berdampingan dengan para pahlawan nasional lainnya.

Pameran “Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh Hingga Kini” berupaya membangkitkan kisah luar biasa Diponegoro (1785-1855) sebagaimana digambarkan oleh pelukis-pelukis klasik, kontemporer, maupun khalayak umum.

Dikurasi oleh Dr. Werner Kraus, Jim Supangkat dan Dr. Peter Carey, pameran yang menghubungkan antara masa lalu dan masa kini ini bertujuan untuk mendorong pemahaman lebih dalam akan kenangan budaya yang mengizinkan masyarakat Indonesia untuk membangun gambaran narasi masa lalu dan dengan sendirinya mengembangkan citra dan identitasnya sendiri.

Pameran ini merupakan lanjutan dari pameran “Raden Saleh dan Awal Lukisan Indonesia Modern” yang diselenggarakan oleh Goethe–Institut Indonesien dan bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia, Sekretariat Negara Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Jerman di Indonesia pada bulan Juni 2012. Pameran yang meraih kesuksesan besar ini berhasil mencapai 20.000 pengunjung dalam kurun waktu dua minggu. Ini merupakan pameran monografi pertama dari karya sang pelukis di tanah airnya, dengan menghadirkan lukisan dan drawing dari koleksi pribadi dan publik. Salah satu lukisan yang ditampilkan Penangkapan Diponegoro yang berhasil direstorasi atas bantuan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan yang juga akan menjadi perhatian utama dari pameran ini.

Pameran “Aku Diponegoro” dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing menampilkan pendekatan berbeda terhadap sosok Diponegoro:

Bagian pertama, Diponegoro di Awal Sejarah Seni Indonesia: Pembentukan Seorang Pahlawan, memusatkan perhatian pada karya seni Indonesia yang mempunyai tema Diponegoro. Sorotan utama bagian pertama adalah lukisan Penangkapan Diponegoro (1857) karya Raden Saleh yang baru saja direstorasi. Lukisan ini dilengkapi juga dengan sejumlah (semu) potret Diponegoro, yang digambarkan dengan baik oleh seniman-seniman Indonesia ternama seperti Soedjono Abdullah, Harijadi, Sumodidjojo, Basoeki Abdullah, Sudjojono, dan Hendra Gunawan. Sebagai tambahan akan dipamerkan juga dokumentasi foto dan video yang menjelaskan secara detil proses restorasi yang sudah dilakukan oleh GRUPPE Kӧln (Cologne, Jerman), di bawah pimpinan Susanne Erhards.

Bagian kedua yang berjudul Diponegoro, Raden Saleh dan Sejarah di Mata Seniman Indonesia memberikan kesempatan bagi sejumlah seniman kontemporer Indonesia seperti Srihadi Soedarsono, Heri Dono, Nasirun, Entang Wiharso dan banyak lainnya, untuk menyajikan pendekatan kontemporer mereka terhadap figur Diponegoro.

Bagian ketiga, Sisi Lain Diponegoro, berfokus pada benda-benda yang terkait Diponegoro, seperti fotografi, cukil kayu, kartu remi, buku, komik, poster-poster politis, dan uang kertas. Dengan cara ini, pameran ini menantang tradisi umum terhadap penerimaan seni rupa dan pameran ini dirancang untuk mengisnspirasi diskusi publik tentang kemurnian seni rupa dalam post-modern Indonesia.

Ruangan khusus Semangat Leluhur yang Masih Terasa didesain untuk memamerkan jubah putih perang sabil Diponegoro yang asli dan artefak peninggalan pribadi lainnya seperti tombak pusaka dan pelana kuda. Ruangan ini merupakan ruang pusaka.

Pameran historis ini diprakarsai dan dikoordinasikan oleh Goethe-Institut Indonesien dan merupakan kerjasama antara Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Indonesia, Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Erasmus Huis, Galeri Foto Jurnalistik Antara, dan Universitas Paramadina.

Serangkaian acara seperti diskusi panel dan lokakarya, akan melengkapi pameran ini, termasuk pameran parallel Pangeran Diponegoro dalam Perspektif Belanda sejak 1800 Hingga Kini, di pusat kebudayaan Belanda, Erasmus Huis. Pameran yang berlangsung dari tanggal 12 Februari hingga 8 Maret ini, memusatkan perhatian pada pengaruh Diponegoro terhadap politik dan masyarakat Belanda di abad ke-19 dan ke-20 melalui surat-surat, manuskrip dan artikel media massa Belanda. Pameran ini menunjukkan hubungan Diponegoro dan negara Belanda yang terus berlangsung dan menginspirasi karya seni rupa.


Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di

Website    :  www.akudiponegoro.com

Facebook :  Goethe-Institut Indonesien

Twitter      :  AkuDiponegoro

Instagram :  akudiponegoro

Event Creator
Admin KHI
Member since Jan 2014
16 / M / ID
271
Join this event :
YES
NO

Comments

You need to login to give a comment